Pesantren bukan sekadar pusat pendidikan keagamaan, melainkan community economic node yang strategis. Berdasarkan data Kemenag, konsentrasi puluhan ribu pesantren di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten memegang peranan kunci dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui program Santripreneur Go Digital, Yayasan Raih Indonesia Emas (YRIE) mendorong transformasi santri menuju wirausahawan digital yang mandiri.
Program ini membekali santri melalui tiga rumpun materi utama:
-
Digitalisasi: Branding produk, desain kemasan, strategi medsos, serta integrasi marketplace & QRIS.
-
Literasi Keuangan: Manajemen kas bisnis pemula dan akses permodalan lembaga keuangan.
-
Kewirausahaan: Kewirausahaan sektor riil dari hulu ke hilir.
Guna menciptakan dampak yang lebih holistik, YRIE mengintegrasikan pelatihan kewirausahaan ini dengan Program Ketahanan Pangan “Sampaholah” (Pengelolaan Sampah Berbasis Mikro Organisme Lokal / MOL). Mengusung tagline “Dari Sampah Menjadi Berkah, Dari Rumah Kita Untuk Bumi Kita”, program ini melatih rumah tangga dan komunitas pesantren mengolah sampah dapur menjadi kompos, pupuk cair organik (POC), dan media tanam produktif.
Hasil olahan organik ini langsung dimanfaatkan untuk kebun pekarangan keluarga atau pesantren, sementara produk surplusnya dapat dikemas dan dipasarkan secara digital oleh para santri. Integrasi dua program ini membuktikan bahwa kemandirian ekonomi umat dan pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring secara berkelanjutan.



